SILAMBU EDISI ZULHIJAH 1447 H

Memperkuat Silaturahmi dan Tradisi Keilmuan Nahdliyin di Kecamatan Sukasari

SUKASARI – Kegiatan Silaturahmi Bersama NU (SILAMBU) edisi Zulhijah 1447 H kembali dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Jumat malam Sabtu, 22 Mei 2026 M, bertepatan dengan bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut bertempat di Majlis Al-Mubarok, Desa Curugreja, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang.

Acara SILAMBU kali ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Sukasari, jamaah Nahdliyin dari berbagai wilayah, serta turut dihadiri oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sukasari dan perwakilan PC GP Ansor Kabupaten Subang, Ustadz Ahmad.

Kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Sukasari sebagai bentuk penghormatan kepada para masyayikh, ulama, dan pendahulu Nahdlatul Ulama sekaligus memohon keberkahan atas terselenggaranya majelis tersebut.

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh tuan rumah sekaligus Mustasyar MWC NU Kecamatan Sukasari, Kyai Anwar Mubarok, S.Pd.I. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya kegiatan SILAMBU di Majlis Al-Mubarok serta pentingnya menjaga tradisi silaturahmi, persatuan, dan semangat khidmah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Acara inti diisi dengan kajian kitab Bidayatul Hidayah karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali yang dibacakan oleh Kyai Abror. Kajian tersebut membahas pentingnya adab, keikhlasan, serta pembinaan akhlak dalam kehidupan seorang muslim, khususnya bagi para penuntut ilmu dan penggerak organisasi keagamaan.

Sebagai tabyin dan penguat materi, Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Sukasari, KH. Masykur Turmudzi, S.H., menyampaikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya menghidupkan ilmu yang disertai adab dan pengamalan. Beliau juga menegaskan bahwa tradisi kajian kitab kuning harus terus dijaga sebagai identitas dan kekuatan utama warga Nahdliyin.

Menariknya, kegiatan SILAMBU edisi kali ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif. Jamaah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung dalam forum maupun melalui portal web SILAMBU yang telah disediakan sebelumnya. Pertanyaan yang masuk mencakup persoalan keagamaan, sosial kemasyarakatan, hingga problematika amaliyah sehari-hari di tengah masyarakat.

Sesi dialog tersebut berlangsung hangat dan penuh antusias. Para narasumber memberikan jawaban dan penjelasan dengan pendekatan ilmiah, santun, serta berpijak pada tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Kehadiran layanan pertanyaan melalui portal web SILAMBU juga menjadi langkah positif dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan konsultasi keagamaan bagi masyarakat luas.

Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan khidmat. Kehadiran para pengurus NU, tokoh masyarakat, kader Ansor, serta jamaah Nahdliyin menjadi bukti kuatnya sinergi antarunsur Nahdlatul Ulama di Kecamatan Sukasari dalam menjaga ukhuwah diniyah, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah.

Melalui kegiatan SILAMBU ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antarulama, umaro, dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keilmuan, kebersamaan, serta pengabdian kepada umat dan bangsa.

Tim Redaksi Silambu Online

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top